Blog

Gimana Caranya biar Stress-Free??

IMG_1179-150x150Apa sich Stres?

Keadaan yang muncul apabila tuntutan yang Luar biasa atau terlalu banyak mengancam kesejahteraan atau integritas seseorang.

Gejalanya gimana?

Gejala-gejala perilaku (Behavioral symptoms) :prokrastinasi dan avoidance, menarik diri dari teman dan keluarga, hilangnya nafsu makan dan tenaga, ledakan emosi dan agresi, berubahnya pola tidur (tidur tidak nyenyak).
Gejala-gejala Emosi (Emotive symptoms) : cemas, takut, mudah marah, dan depresi. Gejala lainnya, ketakutan, frustasi, merasa bingung dan kehilangan kendali.
Gejala-gejala kognitif (Cognitive symptoms) : hilangnya motivasi dan konsentrasi, kekhawatiran yang berlebihan, adanya keinginan untuk melarikan diri dari situasi dimana dia berada.
Gejala-gejala fisik (Physical symptoms) : pegal-pegal dan lemas, migraine dan sakit kepala, sakit punggung termasuk sakit punggung bagian bawah, dan ketegangan otot yang dapat dilihat dalam bentuk kejang urat.

Tiga tahapan dalam stres :

  1. Alarm Reaction
  2. Resistance
  3. Exhaustion

Faktor yang mempengaruhi stres apa aja sich?

  1. Intensitas dan lamanya stres, semakin kuat dan semakin seseorang mengalami keadaan yang membuat stress, maka makin serius reaksi stres yang akan di alami.
  2. Kehadiran stressor lain
  3. Pengalaman terdahulu
  4. Karakteristik Individu
  5. Dukungan sosial

Cara mengatasinya?

Coping stres yaitu sebagai penyesuaian secara kognitif dan perilaku menujuk keadaan yang lebih baik, mengurangi dan bertoleransi dengan tuntutan-tuntutan yang ada yang mengakibatkan stress

Jenis-jenis Coping apa saja?

  • Problem Focused Coping,beberapa strategi coping yang bisa dikelompokan kedalam kelompok ini, yaitu :

ü Active coping (mencoba menghilangkan stressor atau untuk meringankan dampaknya)

ü Planning (memikirkan suatu strategi untuk bertindak)

ü Restraint coping (menunggu sampai adanya kesempatan yang tepat untuk bertindak)

ü Seeking social support for instrumental reasons (mencari nasihat, bantuan atau informasi)

ü Suppressing of competing activites (membatasi ruang gerak/aktifitas dirinya yang tidak berhubungan dengan masalah)

  • Emotion Focused Coping, beberapa strategi coping yang bisa dikelompokan kedalam kelompok ini, yaitu:

ü  Distancing

ü  Escape-avoidance

ü  Self control

ü  Accepting responsibility

ü  Positive repprasial (mengambil sisi positif dari permasalahan yang dihadapinya)

ü  Seeking for social support (for emotional reason)

  • Coping maladaptif

ü  Focusing and venting of emotions Kecenderungan untuk memusatkan diri pada pengalaman distres atau kekecewaan individu dan untuk mengeluarkannya.

ü  Behavioral Disengagement Mengurangi usaha dalam menghadapi situasi yang menimbulkan stres bahkan menyerah atau tidak  melakukan apapun terhadap sumber stres tersebut.

ü  Mental Disengagement berupa kegiatan yang bertujuan untuk melupakan stressor yang sedang dihadapi misalnya dengan menghayal atau day dreaming, tidur, menonton dan berolahraga.

ü  Alcohol Drug Disengagement Individu berusaha untuk melepaskan diri dari masalah dengan lari kepada alcohol atau obat-obatan terlarang.

 

Related Post

Leave a Reply

http://www.bmatavhati.co.id/wp-content/uploads/2018/06/pohne.jpg
phone sms wa Tambahkan Kontak Whatsapp Kami : 081253403099