Blog

Menjadi asertif : Bagaimana caranya berani bilang “Nggak”

tidakMenjadi asertif : Bagaimana caranya berani bilang “Nggak”

Asertif

  • cara kita mengekspresikan pikiran atau perasaan kita kepada orang lain.
  • kemampuan untuk menyampaikan pendapat, gagasan, perasaan, dan kepentingan secara langsung kepada siapapun
  • perilaku seseorang dalam hubungan antar pribadi yang menyangkut ekspresi emosi yang tepat, jujur, relatif terus terang, dan tanpa perasaan cemas terhadap orang lain.

Ciri-ciri orang asertif

  • bebas mengemukakan pikiran dan pendapat.
  • dapat berkomunikasi secara langsung dan terbuka.
  • mampu memulai, melanjutkan dan mengakhiri suatu pembicaraan dengan baik.
  • mampu menolak dan menyatakan ketidaksetujuannya terhadap pendapat oranglain
  • mampu mengajukan permintaan dan bantuan kepada orang lain ketika membutuhkan.

Kenapa asertif itu penting??

  • memudahkan bersosialisasi dan menjalin hubungan dengan lingkungan
  • bisa menghindari munculnya ketegangan dan perasaan tidak nyaman akibat menahan dan menyimpan sesuatu yang ingin diutarakannya.
  • dapat dengan mudah mencari solusi dan penyelesaian dari berbagai kesulitan atau permasalahan yang dihadapinya secara efektif.
  • membantu untuk lebih memahami kekurangannya sendiri dan bersedia memperbaiki kekurangan tersebut.

Konformitas

  • bertindak sesuai dengan norma kelompok, menjadi harmonis dan sepakat dengan anggota kelompok.
  • kecenderungan adanya perubahan persepsi, opini dan perilaku agar sama dengan kelompok.
  • suatu kecenderungan untuk menerima dan melakukan standar norma yang dimiliki oleh kelompok.

Kenapa kita bersikap konformis??

  • supaya ada penerimaan kelompok terhadap remaja
  • agar diakuinya eksistensi sebagai anggota kelompok
  • menjaga hubungan dengan kelompok,
  • mempunyai ketergantungan dengan kelompok
  • untuk menghindar dari sanksi kelompok.

Apa tandanya kalau kita konformis?

  • Distorsi persepsi : kita merasa bahwa persepsi mayoritas adalah persepsi yang benar.
  • Distorsi tindakan : kita tunduk pada kemauan kelompok karena merasa dituntut atau ditekan untuk tidak beda dengan kelompok
  • Distorsi penilaian : umumnya kita kurang menyakini penilaian sendiri dan cenderung mengikuti penilaian kelompok.

Tipe-tipe Konformitas

  • Prososial : contohnya kita menolong seseorang yang sedang mengalami kesulitan walaupun sebenarnya kita tidak ingin melakukan hal tersebut.
  • Netral : contohnya, kita ikut makan sate padahal kita tidak suka sate
  • Antisosial : contohnya, melakukan sesuatu yang melanggar aturan seperti ikut tawuran, balapan liar, dsb

Hubungan asertif dan konformis??

  • Seseorang yang konformis biasanya tidak dapat berperilaku asertif. Mengapa??
  1. takut tidak disukai dan tidak diterima dalam kelompok
  2. tidak mau teman atau kelompoknya sakit hati

Caranya bisa bilang “Nggak”?

  • Pertama, buat keputusan kalau kita mau bersikap asertif. Tanamkan di dalam ingatan setiap pagi.
  • Kedua, kalau kita berada di tengah sebuah konflik, bayangkan cara untuk mengatasinya dengan cara yang asertif. Coba pakai kata-kata “ kalau aku sich…” dan “aku pikir..”

Jangan lupa…

  • Lakukan dengan halus dan sopan
  • Cari alasan yang masuk akal
  • Asertif = Menghargai diri sendiri
  • Asertif ≠ agresif
  • Teman yang baik tidak menjerumuskan ke hal-hal negatif

Related Post

Leave a Reply

http://www.bmatavhati.co.id/wp-content/uploads/2018/06/pohne.jpg
phone sms wa Tambahkan Kontak Whatsapp Kami : 081253403099