Pentingnya Problem Solving Pada Anak

Pentingnya Problem Solving Pada Anak

Apa itu Problem Solving?

Masalah adalah bentuk konflik yang pasti dihadapi oleh setiap orang yang hidup dari masa kanak-kanak sampai tua.
Menariknya cara memecahkan masalah sudah mulai terbentuk sejak kita bayi.
Yang dimaksud dengan probem solving adalah cara manusia menyelesaikan masalahnya menggunakan kemampuan yang melekat padanya.
Oleh karena itu hendaknya orang tua sejak dini telah memberikan pendidikan problem solving terhadap anaknya sehingga nantinya sang anak lebih mampu menghadapi permasalahan-permasalahan yang lebih beraneka ragam dengan baik.

Contoh-contoh mengembangkan Problem Solving anak sesuai usianya

Stimulasi perkembangan kognitif dan problem solving akan berbeda untuk setiap tahapan usia anak. Dalam buku “Denver Developmental Activities” dijelaskan, :
1. anak usia batita (1-3 tahun) bisa diajak bermain cilukba, bermain petak umpet, membantu anak bermain atau menyusun puzzle, balok, mewarnai, dan menyediakan anak mainan dan aktivitas variatif yang membutuhkan pemecahan masalah.
2. Ajarkan anak maksud kata “di atas”, “di bawah”, “di samping” lewat permainan. Ajari anak nama warna dan bentuk. Seiring berkembangnya maturitas pemahaman terhadap keberadaan benda dan sebab akibat sederhana, pada usia 1-3 tahun anak mulai bermain dengan tujuan dan rasa ingin tahu akibat dari tindakannya. Ketika melempar mainan atau memukul benda, anak memerhatikan apa yang terjadi dengan benda tersebut dan bila menyenangkan untuknya akan diulanginya lagi.
3. Anak berusia 2 dan 3 tahun, ia dapat menggunakan  memorinya untuk memecahkan masalah yang berhasil dilalui pada masa-masa sebelumnya, atau yang sudah berhasil diatasi orang lain. Dari sini, kapasitas manusia untuk memecahkan masalah terus berkembang sampai seseorang mencapai usia 25 tahun.
4. Usia 4 tahun, perkembangan problem solving idak jauh berbeda dengan usia sebelumnya, namun anak mulai mengenal lingkungan sosial yang lebih luas, seperti lingkungan sekolah, disini akan tampak hasil dari pola perkembangan problem soving anak, dimana ketika anak mulai bermain dengan teman sebayanya, anak akan belajar tentang berbagi, pinjam meminjam, dan belajar mengenao kerjasama dimana terdapat pola problem solving anak yang sudah terbentuk dengan baik.

Dampak Anak dengan Kemampuan Problem Solving

Dampak Positif dengan Problem Solving:
– Anak akan mudah beradaptasi dengan lingkungan baru
– Anak lebih kreatif dalam menyelesaikan tugas dan menyelesaikan masalah dalam kelompok
– Anak bisa menghindari dari indikasi bullying
– Anak mampu menjawab setiap tantangan di setiap tingkatan pengetahuan
– Anak tidak mudah putus asa

Dampak Negatif tanpa Problem Solving:
– Anak akan susah menyesuaikan diri dengan lingkungan baru
– Anak terkesan rigid dalam menyelesaikan tugas
– Anak tidak dapat menghindari dari perilaku bullying
– Anak akan mudah terbawa oleh pertemanan yang negatif
– Anak akan mudah stress dan depresi
– Anak lebih cepat putus asa

Cara memecahkan masalah merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan individu dalam menghadapi dan mengatasi masalah. 

Artikel konten by : Nina Zulita S.Psi., M.Psi., Psikolog

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *