Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), menjadi masalah kesehatan yang signifikan di dunia. Satu dari empat orang di dunia akan memiliki masalah gangguan mental atau neurologis pada kehidupannya. Adanya prevalensi tinggi dan dampak pada kualitas hidup bagi penderitanya, menjadikan gangguan mental ini sebagai masalah yang penting untuk ditangani dengan serius (Florensa et al., 2023).
Namun demikian, gangguan mental masih sering disalahpahami di masyarakat. Banyak mitos yang beredar membuat orang dengan gangguan mental mendapatkan stigma, diskriminasi, bahkan enggan mencari bantuan. Adanya stigma sosial yang kuat tentang gangguan mental membuat individu yang memiliki masalah mental dan keluarganya menjadi ragu untuk mencari pertolongan profesional karena merasa takut akan label yang bermacam-macam (Kartiksari & Ariana, 2019). Padahal, gangguan mental adalah kondisi kesehatan yang nyata dan dapat ditangani.
Melalui artikel ini, kita akan membahas apa itu gangguan mental, jenis-jenisnya, serta membedakan fakta dan mitos yang selama ini berkembang di masyarakat.
Apa Itu Gangguan Mental?
Definisi gangguan mental adalah kondisi kesehatan yang dapat mempengaruhi seseorang dalam berpikir, merasa, perperilaku dan interaksi dengan orang lain (Vitoasmara et.al, 2024). Gangguan mental juga dapat didefinisikan sebagai bentuk hambatan atau gangguan fungsi mental yang dilatarbelakangi oleh ketidakberhasilan dalam memberikan reaksi mekanisme adaptasi dan fungsi-fungsi kejiawaan dan ketegangan sehingga memunculkan suatu gangguan pada struktur kejiwaannya (Mubasyaroh, 2013). Berdasarkan hal ini makan dapat disimpulkan bahwasannya gangguan mental adalah suatu hambatan pada kesehatan mental yang dapat mempengaruhi individu berpikir, merasa, perperilaku dan interaksi dengan orang lain.
Gangguan mental memiliki beragam variasi baik dari yang ringan hingga berat dan membutuhkan perhatian serta penanganan yang tepat. Kondisi ini dapat berdampak pada fungsi keseharian dan kualitas hidup individu tersebut. Perlu diperhatikan bahwa gangguan mental bukanlah sebuah kelemahan atau sesuatu yang dapat diabaikan, melainkan keadaan medis yang sangat membutuhkan perhatian serta perawatan yang tepat.

Gejala Umum Gangguan Mental
Menurut (Savitrie, 2022), beberapa gejala umum gangguan mental yang dapat diperhatikan:
- Perubahan perilaku
- Perubahan mood
- Sulit fokus dan berkonsentrasi
- Penurunan berat badan
- Muncul perilaku menyakiti diri
- Muncul berbagai masalah kesehatan
- Perasaan yang intens
Jenis-Jenis Gangguan Mental yang Umum
Beberapa gangguan mental yang sering ditemui antara lain:
- Gangguan Kecemasan (Anxiety Disorders)
- Gangguan kecemasan sosial
- Gangguan Depresi
- Gangguan tidur dan nafsu makan
- Gangguan Bipolar
- Skizofrenia
- Gangguan persepsi realitas
- Gangguan Stres Pascatrauma (PTSD)

Fakta vs Mitos tentang Gangguan Mental
- ❌ Mitos : Gangguan mental hanya terjadi pada orang lemah.
- ✅ Fakta : Gangguan mental dapat dialami oleh siapa saja, tanpa memandang usia, jenis kelamin, pendidikan, atau status sosial.
- ❌ Mitos : Gangguan mental tidak bisa disembuhkan.
- ✅ Fakta : Banyak gangguan mental dapat dikelola dan ditangani dengan terapi, dukungan sosial, dan jika diperlukan, pengobatan medis.
- ❌ Mitos : Orang dengan gangguan mental berbahaya.
- ✅ Fakta : Sebagian besar orang dengan gangguan mental tidak berbahaya dan justru lebih sering menjadi korban stigma dan diskriminasi.
- ❌ Mitos : Gangguan mental hanya soal kurang iman atau kurang bersyukur.
- ✅ Fakta : Gangguan mental adalah kondisi kesehatan kompleks yang dipengaruhi oleh biologi, psikologi, dan lingkungan, bukan sekadar masalah spiritual.
- ❌ Mitos : Anak-anak dan remaja tidak bisa mengalami gangguan mental.
- ✅ Fakta : Gangguan mental dapat muncul sejak usia anak dan remaja, dan justru penting untuk dikenali sedini mungkin.

Pentingnya Kesadaran dan Dukungan
- Meningkatkan kesadaran tentang gangguan mental membantu:
- Mengurangi stigma
- Mendorong orang mencari bantuan
- Menciptakan lingkungan yang lebih empatik dan inklusif
Dukungan sederhana seperti mendengarkan tanpa menghakimi dan memberikan empati sudah sangat berarti.
Kapan Harus Mencari Bantuan Profesional?
Seseorang disarankan mencari bantuan profesional jika:
- Perasaan negatif berlangsung lama
- Kesulitan menjalani aktivitas sehari-hari
- Mengalami perubahan perilaku drastic
- Memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri
Psikolog, psikiater, dan tenaga kesehatan mental adalah pihak yang tepat untuk membantu.
Sumber Acuan
- Florensa, Hidayah, N., Sari, L., Yousrihatin, F., & Litaqia, W. (2023). Gambaran Kesehatan Mental Emosional Remaja (Overview. Jurnal Kesehatan, 12(1), 2721–8007.
- Kartikasari, N., & Ariana, A.D. (2019). Hubungan antara Literasi Kesehatan Mental, Stigma Diri terhadap Intensi Mencari Bantuan pada Dewasa Awal. Jurnal Psikologi dan Kesehatan Mental, 4(2). doi: 10.20473/jpkm.v4i22019.64-75.
- Radiani, W. A. (2019). Kesehatan Mental Masa Kini dan Penanganan Gangguannya Secara Islami. Journal of Islamic and Law Studies, 3(1), 87–113. http://jurnal.uinantasari. ac.id/index.php/jils/article/view/2659%0Ahttps://jurnal.uin-antasari.ac.id.
- Savitrie, E. (2022). Mengenal Pentingnya Kesehatan Mental pada Remaja https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/362/mengenal-pentingnya-kesehatan-mental-pada-remaja, diakses tanggal 16 Desember 2025. Vitoasmara, K., Hidayah, F.V., Purnamasari, N.I., Aprillian, R.Y., Dewi, A.L.D. (2024). Gangguan Mental (Mental Disorders). Student Research Journal, 2(3). DOI: https://doi.org/10.55606/srjyappi.v2i3.1219.