Pencapaian suatu kesuksesan perusahaan bersumber dari sumber daya manusianya (SDM). Namun dalam mewujudkan kesuksesan tersebut karyawan, selaku SDM tidak luput dari tekanan dan tuntutan. Tidak jarang mereka akan mengalami stres. Menurut Siagian (dalam Khafidoh et.al 2025) stres adalah suatu ketegangan yang mempengaruhi emposi, proses berpikir dan keadaan fisik seseroang. Ketika stres tidak diatasi dengan baik akan berdampak pada ketidak mampuan seseorang untuk menjalin hubungan sosial dengan lingkungan, baik di tempat kerja maupun di luar kerja. Meski demikian stres tidak selalu harus menjadi hambatan. Dengan pendekatan psikologi positif, stres dapat dikelola bahkan diubah menjadi peluang untuk meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas. Kali ini kita membahas cara-cara praktis untuk mengelola stres dengan memanfaatkan prinsip-prinsip psikologi positif.

Apa Itu Psikologi Positif?

Seligman & Csikszentmihalyi (2000), adalah bagian ilmu psikologi yang berfokus pada kebahagiaan, kekuatan, dan potensi manusia, bertujuan mendukung individu dan komunitas untuk dapat berkembang secara optimal. Psikologi positif juga dapat didefinisikan sebagai disiplin ilmu psikologi yang fokus pada potensi, kekuatan dan peristiwa positif dalam diri manusia. Psikologi positif tidak hanya berfokus pada mengurangi masalah, tetapi juga membangun kesejahteraan, ketahanan mental, dan makna dalam pekerjaan.

Dalam konteks dunia kerja, psikologi positif membantu karyawan untuk:

Potensi Pemicu Stres Kerja

Ada tiga kategori potensi pemicu stres menurut Robbins (dalam Khafidhoh, 2025):

Selain itu menurut Safira dan Nasution (2022) ada beberapa pemicu stres yang bersumber dari organisasi yakni:

Psikologi positif tidak memungkiri adanya stres, tetapi menawarkan cara untuk mengatasinya secara lebih sehat dan konstruktif.

Strategi Mengelola Stres dengan Psikologi Positif

1. Fokus pada Kekuatan (Strength-Based Approach). Alih-alih hanya memikirkan kelemahan, kenali dan gunakan kekuatan diri untuk menyelesaikan tugas harian.

Cara praktis:

2. Praktikkan Rasa Syukur (Gratitude). Rasa syukur terbukti dapat meningkatkan suasana hati dan mengurangi stres.

Langkah sederhana:

3. Membangun Mindfulness di Tempat Kerja. Mindfulness membantu pikiran tetap tenang dan fokus.

Coba praktik:

4. Menciptakan Makna dalam Pekerjaan (Meaningful Work). Ketika pekerjaan dirasa bermakna, stres dapat berkurang. Tanyakan pada diri sendiri:

5. Membangun Relasi Positif di Kantor. Hubungan interpersonal yang baik merupakan salah satu faktor terbesar dalam mengurangi stres.

Tips:

6. Penerimaan Emosi (Positive Reappraisal). Stres tidak harus dihapuskan, tetapi dapat dipahami dan dikelola.

Praktikkan:

Tips Praktis untuk Diterapkan Setiap Hari

Sumber Acuan

Leave a Reply