Seberapa penting jenjang TK dalam tahapan pendidikan anak?
Pada jenjang Taman Kanak-kanak (TK) perlu diketahui ada proses perubahan dari pra sekolah ke masa sekolah. Hal ini sejalan dengan pendapat Pudyaningtyas (2024) bahwa anak yang menempuh pendidikan di PAUD mengalami dua masa transisi, pertama transisi dari rumah ke TK, kedua dilanjutkan proses transisi dari TK ke Sekolah Dasar (SD). Masa transisi bagi anak merupakan fase yang tidak mudah, di SD proses belajar menjadi lebih formal dan muncul tuntutan yang jelas berbeda dari masa TK. Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor: 27 tahun 1990 tentang Pendidikan Prasekolah menjelaskan bahwa pendidikan taman kanak-kanak (TK) bertujuan untuk membantu meletakkan dasar ke arah perkembangan sikap, pengetahuan, keterampilan, dan daya cipta yang diperlukan oleh anak didik dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya, dan untuk pertumbuhan serta perkembangan selanjutnya (Pratiwi, 2018).

Kematangan Belajar Anak
Anak usia 4-6 tahun terjadi perkembangan fungsi eksekutif otak anak diantaranya atensi, memori kerja, regulasi emosi. Pada usia ini juga anak mengalami masa keemasan (the golden years) yaitu masa anak mulai sensitive atau peka untuk menerima berbagai rangsangan. Maksud masa peka disini adalah, fungsi, fisik dan psikis anak menpai kematangannya, anak telah siap merespin stimulasi atau rangsangan dari sekitarnya (Montessori dalam Ariyanti, 2016).
Di jenjang TK, anak dibantu membantu mempersiapkan diri untuk belajar, bukan sekadar menghafal huruf/angka, tapi belajar duduk tenang, mendengar instruksi, dan menyelesaikan tugas. Terdapat perbedaan anak yang pernah TK vs tidak TK, yakni kemampuan mengikuti aturan dan memahami konsep formal. TK menyediakan lingkungan belajar yang terstruktur (semi formal). Di TK diajarkan adab budi pekerti juga. Sehingga terlihat beda sikap anak tersebut sopan santunnya disiplinnya. Selain itu anak masuk jenjang TK akan mendapatkan pendidikan karakter melalui pendidikan moral dan membantu anak mengolah emosi. Ini mempersiapkan mereka menghadapi tantangan di masa depan (Sudaryanti, 2012). TK memberikan fondasi penting melalui stimulasi yang optimal bagi perkembangan aspek kognitif, bahasa, motorik, sosial, emosional, dan kemandirian, mempersiapkan anak untuk jenjang pendidikan selanjutnya. TK adalah tahap awal yang krusial, di mana anak belajar melalui bermain dalam lingkungan sosial yang aman untuk mengembangkan keterampilan esensial (Teni, 2024).
Kesiapan Sosial dan Emosional di TK
- Anak usia prasekolah perlu belajar berbagi, menunggu giliran, menyampaikan emosi dengan tepat. Di TK anak belajar berinteraksi, melatih empati, kontrol emosi, dan kepercayaan diri. Mereka belajar mengelola emosi, memahami perasaan orang lain, dan membangun keterampilan sosial yang penting seperti berbagi dan bergiliran.
- Mengikuti rutinitas harian di TK membantu anak mengembangkan kemandirian dan disiplin. Mereka belajar mengikuti jadwal, menyelesaikan tugas sederhana, dan bertanggung jawab atas barang-barang pribadi mereka.
- Dampak bila langsung masuk SD tanpa pengalaman sosial: bisa kaget, withdrawal (menutup diri), atau bahkan agresif.
- Di Jepang, TK tidak hanya fokus ke akademik melainkan kesiapan sosial emosi anak. Pelajarannya bukan calistung tetapi tentang cara urus diri. Kenapa? Dengan menumbuhkan tanggung jawab mengurus diri membuat anak lebih percaya diri, social emosi terasah.

Tips Memilih TK yang Tepat
Memilih TK ini berkaitan dengan visi misi orang tua sendiri, namun dalam memilih yang utama adalah
- Suasana hangat, bermain sambil belajar, tidak memaksa baca-tulis terlalu dini (intinya buat anak happy, ingat tugas anak usai dibawah 6-7 tahun itu adalah bahagia)
- Guru yang peka secara psikologis (penting berkaitan tentang kebutuhan psikis anak terpenuhi? Apakah anak memiliki hambatan yang?). Guru TK yang terlatih dapat mengidentifikasi tanda-tanda awal keterlambatan perkembangan atau kesulitan belajar pada anak.
- Kurikulum yang mengembangkan aspek sosial-emosional dan kemandirian (utama karena mempersiapkan diri anak sebelum SD)
Dasar Acuan
- Ariyanti, T. (2016). Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini Bagi Tumbuh Kembang Anak The Importance Of Childhood Education For Child Development. Dinamika Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 8(1). https://doi.org/10.30595/dinamika.v8i1.943.
- Pudyaningtyas, A.R., Dewi, N.K., Sholeha, V., Rahmawati, A., Palupi, W., & Syamsudin, M.M. (2024). Kesiapan Orang Tua Mendampingi Anak Menjalani Masa Transisi Menuju Sekolah Dasar. Aulad : Journal on Early Childhood, 8(1). DOI: 10.31004/aulad.v8i1.815.
- Teni, E. (2024). Pendidikan Anak Usia Dini Bagi Tumbuh Kembang Anak. Jurnal Multidisiplin Inovatif, 8(1). eISSN: 2246-6110.
- Sudaryanti. (2012). Pentingnya Pendidikan Karakter Bagi Anak Usia Dini. Jurnal Pendidikan Anak, 1(1).